Beranda
 Apa Itu Hemofilia ?
 Agenda Kegiatan
 Liputan Kegiatan
 Artikel
 Hubungi Kami
 Media Publikasi
 Tentang Kami
 Youth Hemophilia
 Buku Tamu
   
Index Liputan ..:
-
15 Mei 2007
Sejuta Cerita dari Peringatan Hari Hemofilia Sedunia 2007 - Jakarta

-
18 Januari 2007
Langkah Baru Menuju HMHI Cabang Pekanbaru

-
14 Januari 2007
Membangun Semangat Baru dalam Paguyuban Hemofilia Yogyakarta

   
 
Bergabung dengan
Miling List Hemofilia Indonesia
Powered by 
health.groups.yahoo.com
 
 
 
 
 
 
 
 
  Liputan Kegiatan :..
1506 hit(s)
Sejuta Cerita dari Peringatan Hari Hemofilia Sedunia 2007 - Jakarta
15 Mei 2007 - Oleh : Ari Sudana
 
Ada banyak ide dan harapan ketika para sukarelawan Himpunan Masyarakat Indonesia mulai berkumpul di sekretariat pusat HMHI untuk merencanakan kegiatan yang akan diselenggarakan untuk memperingati hari Hemofilia Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 April. Namun dari banyak ide yang muncul tetap ada satu kesamaan cita-cita di antara para sukarelawan, yang sebagian besar adalah penderita hemofilia, mereka ingin kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi mengenai hemofilia secara lebih jelas sekaligus menunjukkan pada masyarakat maupun para penderita hemofilia di seluruh Indonesia, bahwa para penderita Hemofilia dapat hidup mandiri dan mampu menyelenggarakan acara besar dengan baik.
Acara peringatan ini harus mampu menunjukkan bahwa Hemofilia hanyalah kelainan darah yang tidak mampu menghapuskan potensi yang dimiliki oleh setiap penderita.

Agar acara benar - benar dapat berjalan dengan baik, maka persiapan telah dilakukan sejak bulan Februari 2007. Format acara yang terpilih saat itu adalah pameran foto dan penjualan cenderamata. Alasan dipilih pameran foto adalah karena melalui foto, para fotografer maupun penderita dapat bercerita dalam berjuta makna bahwa Hemofilia bukanlah kelainan darah yang menakutkan, apalagi harus dihindari dan disesali.

Maka sejak usul pameran foto itu disetujui, para sukarelawan pun mulai membagi tugas. Tiap orang diberikan tanggungjawab yang sepadan dengan kemampuannya. Mulai dari menghubungi pihak sponsor, mengundang fotografer, merancang merchandise, brosur, backdrop, menginformasikan kegiatan tersebut pada pihak media massa serta memastikan bahwa mereka dapat ikut berpartisipasi mensosialisasikan acara tersebut pada khalayak ramai.

Tantangan yang benar-benar rumit mulai dihadapi panitia karena mereka harus berjuang mengatasi berbagai halangan. Bukan sebuah rahasia bila banyak di antara para sukarelawan merasa kurang percaya diri pada awalnya. Ketakutan pada penolakan sponsor, media massa maupun gagalnya acara tidak jarang menghinggapi benak para sukarelawan. Belum lagi halangan ketika mereka harus beristirahat sebentar setelah kelelahan dan mengalami perdarahan. Namun sebuah janji besar harus dilaksanakan. Para penderita Hemofilia harus mampu menjadi contoh bagi teman -temannya sendiri. Kebangkitan berasal dari dalam diri sendiri.

Keoptimisan mulai tumbuh saat panitia dapat merekrut sejumlah fotografer profesional seperti rekan-rekan dari Citishot (Evodius Purwoko, Rizal I Sjahid, Jusuf Arief, Deny R Feblu), Danang Wisanggeni, Beby Masayu, Reinhard Lumban Gaol, Satria Kusman dan Novi Riandini. Dari tangan-tangan dingin merekalah terekam gambaran dunia penuh harapan yang dimiliki oleh para penderita Hemofilia. Tema apik “The Colors of Hemophilia” diwujudkan dengan merekam keseharian penderita Hemofilia.

Semangat semakin memuncak, saat para panitia mulai mendapatkan dana dari berbagai sponsor seperti PT. Dipa Pharmalab Intersains dan Adorama. Agenda pun terus berlanjut dengan perekrutan penderita Hemofilia yang tidak berkeberatan untuk menjadi obyek pemotretan. Sebuah iklan layanan masyarakat pun dibuat sehingga dapat ditampilkan secara berulang-ulang di ruang pameran.

Dan pada tanggal 16 April 2007, acara bertajuk “The Colors of Hemofilia” yang diselenggarakan oleh para sukarelawan penderita hemofilia itupun secara resmi dibuka. Dalam kegiatan tersebut, panitia penyelenggara tidak hanya menyediakan ruang pameran foto saja melainkan juga menyediakan waktu konsultasi dengan dokter dan konselor sehingga pengunjung dapat bertanya mengenai segala hal mengenai hemofilia. Lewat acara konsultasi tersebut, dapat terlihat bahwa banyak masyarakat yang belum mengenal hemofilia secara jelas. Diharapkan setelah mereka mengunjungi stand pameran yang diselenggarakan di Pondok Indah Mall tersebut, masyarakat dapat memiliki rasa mawas sekaligus peduli terhadap hemofilia dan penderita-penderitanya.





Selama satu minggu penyelenggaraan, dari tanggal 16 hingga 22 April 2007 itu, tercatat panitia berhasil menjual lebih dari 1000 cenderamata bertuliskan alamat website resmi Hemofilia dan menyebarkan 4000 brosur yang mudah untuk dimengerti.

Inilah proyek perdana yang menampilkan ketangguhan para penderita hemofilia. Dan dari titik inilah diharapkan para penderita hemofilia lainnya dapat meningkatkan rasa percaya diri, melepaskan rasa takut untuk mengakui diri sebagi penderita hemofilia dan menunjukkan bukti nyata pada maasyarakat luas bahwa penderita hemofilia,
dengan perawatan yang adekuat, dapat hidup secara normal dan mampu berkarya maksimal seperti orang normal lainnya.

Bogor 7 Mei 2007


 
   
 
 
   
 
© Copyright Indonesian Hemophilia Society - 2007   Created By Gugun