| |
| Double Viral Inactivation Antihemophilic Factor (Human) |
| The Golden Standard Theraphy for Hemophilia A (Factor
VIII) |
Koate-DVI merupakan konsentrat faktor VIII/faktor antihemofilia untuk
terapi hemofilia klasik (hemofilia A).
DESKRIPSI
Koate-DVI mengandung faktor antihemofilia (AHF, AHG, faktor VIII) yang disterilkan,
distabilkan, dimurnikan dengan memakai tri-n-butyl phosphare (TNBP)
dan polysorbate 80, pemanasan dalam suhu 800°C selama 72 jam
dan melalui proses liofilisasi untuk mendapatkan bentuk akhir berupa
bubuk konsentrat faktor VIII.
Koate-DVI dibuat sebagai terapi bagi pasien hemofilia A (klasik). Koate-DVI
dimurnikan dari cold insoluble fraction of pooled fresh-frozen plasma (fraksi
yang tidak larut dari plasma segar beku) dengan modifikasi dan pemurnian
menurut metode yang dideskripsikan oleh Hershgold, Pool, dan Pappenhagen.
Koate-DVI mengandung konsentrat faktor VIII murni, dengan kemurnian
300 - 1000 kali dibandingkan dengan plasma. Proses pemurnian plasma juga
dilakukan dengan seksama dan telah diuji dan disetujui dengan pengujian
yang berulang. Bila Koate-DVI dicairkan dengan cara yang sesuai dengan petunjuk,
Koate-DVI mengandung faktor VIII lebih banyak, 50 - 150 kali dibandingkan
dengan faktor VIII dalam plasma dengan volume yang sama. Dalam pembuatan
Koate-DVI diperlukan penambahan albumin (human).
Aktivitas spesifik Koate-DVI sesudah pemberian albumin (human) adalah
9-22 IU/mg protein.
Koate-DVI harus diberikan secara intravena.
DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
Setiap botol Koate-DVI mengandung faktor anti hemofilia (faktor VIII) dengan
jumlah unit tertera pada label di setiap botol. Koate-DVI diberikan secara
intravena dengan memakai syringe atau drip infusion.
Koate-DVI harus diberikan setelah dilarutkan, atau maksimum 3 jam sesudah
dilarutkan.
Manfaat Dan Penilaian Dari Terapi
Dosis
yang dianjurkan di bawah ini merupakan petunjuk umum, sebab pemberian Koate-DVI
berdasar pada kebutuhan pasien, beratnya perdarahan, kadar faktor VIII pasien,
ada tidaknya inhibitor terhadap faktor VIII, dan kenaikan kadar faktor
VIII yang diinginkan. Dalam beberapa hal diperlukan pemeriksaan kadar faktor
VIII pasien untuk menilai kemajuan terapi.
Efek klinik dari pemeberian Koate-DVI merupakan elemen utama untuk menilai
efektivitas terapi. Seringkali diperlukan peningkatan dosis yang diberikan
untuk mencapai dan mempertahankan efek klinik yang memuaskan. Bila pemberian
Koate-DVI dengan dosis yang telah diperhitungkan tidak memberikan efek klinik,
perlu dipikirkan adanya inhibitor terhadap faktor VIII. Dalam kasus
ini pemberian Koate-DVI tetap dipertahankan sambil menunggu hasil laboratorium
terhadap inhibitor faktor VIII. Bila dari pemeriksaan laboratorium
dipastikan adanya inhibitor maka dosis Koate-DVI dapat sangat bervariasi
tergantung pada respon klinik pasien.
Pemberian Koate-DVI kepada pasien dengan kadar inhiobitor terhadap
faktor VIII lebih rendah daripada 10 BU, pada umumnya memberikan efek klinik
yang cukup baik tanpa adanya anamnestic respons dari inhibitor (titer inhibitor tidak
meningkat). Penilaian terhadap kadar faktor VIII dan respon klinik sangat
dperlukan sebagai dasar untuk memberikan terapi yang adekuat.
Penggunaan terapi alternatif seperti F IX Complex Concentrates, Anti-hemophilic
Factor (Porcine) atau Anti-hemophilic Coagulant Complex dapat
diberikan kepada pasien dengan titer inhibitor yang tinggi. Immune
Tolerance Therapy (Terapi Toleransi Imun) yaitu pemberian berulang konsentrat
faktor VIII dalam dosis tertentu dan jadwal tertentu, dapat megeradikasi inhibitor.
Sebagian besar upaya untuk menanggulangi inhibitor adalah dengan
memberikan konsentrat faktor VIII dosis tinggi sekali sehari, namun sampai
saat ini belum ditemukan cara efektif yang dapat dilakukan secara universal.
Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan para ahli hemofilia di bidang Immune
Tolerance Therapy.
Perhitungan Dosis
Kanaikan kadar faktor VIII in vivo (dalam satuan IU) dapat diperkirakan
dengan mengalikan dosis faktor VIII per Kg BB (berat badan) dengan 2%.
Cara menghitung berdasar pada penemuan Abilgaard dan kawan-kawan adalah sebagai
berikut :
Kenaikan kadar faktor VIII yang diinginkan :
Jumlah IU yang diberikan X 2% /IU/KgBB
BB(Kg)
Contoh pada pasien dengan berat badan 70 kg :
1400 IU X 2% /IU/KgBB 70 kg
|
= 40 % |
atau dosis yang akan diberikan :
BB (kg) X kenaikan % faktor VIII yang diinginkan
2 % /IU/kg
Contoh pada pasien dengan berat badan 15 kg :
15 kg X 100%
2 % /IU/kg
|
= 750 IU |
Dosis yang diperlukan untuk memberikan efek hemostatik tergantung
pada tipe dan beratnya perdarahan seperti beberapa kasus di bawah ini :
Perdarahan Ringan
Perdarahan ringan atau perdarahan awal apda umumnya dapat diatasi dengan
dosis tunggal 10 IU/Kg karena meningkatkan kadar faktor VIII sampai kurang
lebih 20%. Sesudah pemberian ini, Koate-DVI tidak perlu diberikan kecuali
bila terjadi perdarahan lanjut.
Perdarahan Sedang
Untuk
perdarahan yang lebih serius, kadar faktor VIII sebaiknya dinaikkan sampai 30%
- 50% dengan cara memberikan 15 - 25 IU/kg. Bila diperlukan terapi lebih
lanjut, pemberian selanjutnya dapat diberikan setiap 8 - 12 jam dengan
dosis 10 - 15 IU/kg.
Perdarahan Berat
Pada pasien yang mengalami perdarahan berat atau perdarahan yang beresiko
fatal (antara lain : perdarahan pada susunan saraf pusat, perdarahan retrofaring,
perdarahan retroperitonel, dan iliopsoas), kadar faktor
VIII sebaiknya dinaikkan sampai 80% - 100%. Hal ini dapat dicapai dengan
memberikan Koate-DVI setiap 8-12 jam dengan dosis 40 - 50 IU/kg untuk
dosis awal kemudian dosis lanjutan 20 25 IU/kg.
Tindakan Bedah
Untuk tindakan bedah mayor, kadar faktor VIII pasien sebaiknya dinaikkan
sampai kurang lebih 100% melalui pemberian pra-operatif dengan dosis
50 IU/kg, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kadar faktor VIII sebelum
operasi dilakukan. Untuk mempertahankan hemostatic level (kadar
hemostatik), pemberian berulang dapat dilakukan setiap 6-12 jam selama
10-14 hari atau sampai terjadi proses penyembuhan. Kebutuhan konsentrat
faktor VIII dipengaruhi oleh jenis tindakan yang dilakukan dana terapi
lainnya pasca operasi.
Untuk tindakan bedah minor, kebutuhan untuk mencapai hemostatic level (kadar
hemostatik), terhadap konsentrat faktor VIII, lebih rendah.
Profilaksis
Konsentrat faktor VIII dapat diberikan secara teratur sesuai dengan protokol
untuk terapi profilaksis. Diagnosis yang kurang tepat, dosis yang tidak
tepat, cara pemberian yang tidak benar, dan perbedaan biologik pada setiap
penderita, dapat mengurangi kemanjuran terapi dan menimbulkan reaksi
simpang. Konsentrat faktor VIII harus disimpan dengan cara yang benar,
petunjuk pemakaian harus diperhatikan, dan efek samping berupa penularan
penyakit melalui transfusi harus dipertimbangkan sebelum konsentrat faktor
VIII diresepkan. Pemeriksaan kadar faktor VIII pasien dapat dilakukan
untuk memantau kemajuan terapi atau bila gejala klinik kurang menunjang.
Cara Melarutkan Koate-DVI
| • |
Siapkan kapas, larutan alkohol, syringe,
dan kemasan Koate-DVI |
| |
|
| • |
Di dalam kemasan Koate-DVI terdapat 5 bagian (Gambar
1); yaitu 1unit botol berisi Koate-DVI yang berupa bubuk konsentrat
faktor VIII, 1 unit botol strerile
water for injection (pelarut), 1 unit transfer needle berupa
2 jarum dengan panjang yang berbeda (berwarna merah), 1 unit filter
needle (warna putih), dan 1 unit winged needle. |
| |
|
| • |
Buka penutup dari botol konsentrat dan pelarut,
sehingga nampak stopper karet warna abu-abu. |
| |
|
| • |
Lakukan tindakan aseptik dengan cara mengusap/membersihkan
stopper karet dengan kapas alkohol, dan biarkan mengering. Sesudah
dibersihkan, jaga agar stopper karet tidak tersentuh oleh jari/tangan,
atau benda lain. |
| |
|
| • |
Ambil transfer needle (warna merah) dan
pegang dalam posisi horisontal. Untuk membuka pengaman jarum, putar
ujung
yang
tidak ada tulisannya atau lihat jarum yang lebih pendek (Gambar
2). |
| |
|
| • |
Tusukkan jarum yang lebih pendek secara tegak lurus
ke botol pelarut, kemudian lepaskan sisa pengaman jarum dengan
cara
memutarnya. |
| |
|
| • |
Tusukkan jarum transfer needle yang lebih
panjang ke
botol konsentrat dengan posisi miring (±45°). Ruang
hampa udara dalam botol konsentrat menyebabkan pelarut masuk ke
botol
konsentrat.
Tunggu
sampai semua
pelarut masuk ke botol konsentrat (Gambar 3). |
| |
|
| • |
Lepaskan transfer needle dan botol pelarut
yang telah kosong dari botol konsentrat. |
| |
|
| • |
Aduk konsentrat sampai rata selama 5-10 detik dengan
cara memutar botol konsentrat. Kadangkala terlihat buih setelah
diaduk. Jangan
aduk terlalu keras agar tidak terbentuk buih berlebihan. |
| |
|
| • |
Sekali lagi lakukan tindakan aseptik pada botol
konsentrat. |
| |
|
| • |
Ambil filter needle, pegang dalam posisi
horisontal. Untuk membuka pengaman, putar ujung yang tidak ada
tulisannya. |
| |
|
| • |
Pasang syringe ke filter needle,
kemudian tusukkan ke botol konsentrat (Gambar 4 & 5). |
| |
|
| • |
Ambol konsentrat di botol sampai habis |
| |
|
|
|
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6 |
| • |
Gunakan winged needle untuk menyuntikkan konsentrat
atau piranti lain yang memadai (Gambar 6). |
| |
|
| • |
Bila seorang pasien memerlukan lebih dari 1 kemasan
Koate-DVI, maka 1 syringe dapat dipakai untuk menampung beberapa
kemasan. |
| |
|
| • |
Bila seorang pasien memerlukan lebih dari 1 kemasan
Koate-DVI, maka 1 syringe dapat dipakai untuk menampung beberapa
kemasan. |
| |
|
| • |
Disuntikkan dengan kecepatan sedang. |
| |
|
| • |
Tidak perlu dilarutkan dengan pelarut lain. |
| |
|
| • |
Buang semua peralatan bekas pakai. |
| |
|
| |
|
KEMASAN
Koate-DVI dikemas dalam botol dengan aktivitas total faktor VIII (dalam
satuan unit) tertera pada label di setiap botol. Dalam kemasan telah
disediakan pula cairan pelarut (Sterile Water for Injection),
USP, transfer needle steril, filter needle steril dan
peralatan suntuk steril lainnya.
| No NDC |
Aktivitas Faktor VIII |
Volume Pelarut |
| 0026-0665-20 |
250 IU |
5 ml |
| 0026-0665-30 |
500 IU |
5 ml |
| 0026-0665-50 |
1000 IU |
10 ml |
PENYIMPANAN
Koate-DVI
sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin (kulkas) bersuhu 2 - 8 °C. Bila
disimpan dalam suhu ruangan (25°C), selama 6 bulan, maka aktivitasnya akan
menurun. Jangan disimpan dalam freezer, karena dapat menyebabkan botol berisi
cairan pelarut pecah.
PERHATIAN
Harus dengan resep dokter.
BEBERAPA KEUNGGULAN Koate-DVI
Keamanan
Berasal dari plasma darah yang bebas dari virus hepatitis B serta anti
- HIV dengan metode yang telah disetukui oleh FDA.
Proses pemusnahan virus yang canggih
Dilakukan dengan proses solvent/detergent dengan tujuan memusnahkan
segala macam virus meskipun yang tidak dapat diskrining sekalipun, yang di
akui oleh Yayasan Hemofilia Nasinal di USA (NHF).
Kemurnian serta potensi yang tinggi
AHF (Antihemophilic Factor (Human)) yang dimurnikan dengan kromatografi
permeasi gel - teknologi yang memurnikan dan membentuk konsentrat Koate-DVI
Perangkat infus yang modern
Perangkat infus yang modern sehingga akan meningkatkan efisiensi, menambah
kenyamanan pada saat infus dan praktis diberikan pada paket Koate-DVI.
Kemasan yang lebih baik
Kemasan yang lebih kecil lebih mudah disimpan dan tidak mudah pecah. Kotak
tahan lembab dengan label yang jelas pada suhu 2-8°C (lemari pendingin).
dipersembahkan oleh :
|
PT. DIPA PHARMALAB
INTERSAINS |
|